Home » Desain Arsitektur, Desain Interior

Rumah Split Level

- -

desain-rumah-split-level

Bagaikan bioskop dengan lantai berjenjang, Rumah Split Level dapat dijakdikan solusi dalam mengatasi keterbatasan lahan. Dengan menerapkan konsep ini, rumah akan terasa lebih lega dengan menerapkan perbedaan ketinggian untuk setiap ruangan, dengan menekan penggunaan dinding sebagai pembatas. Meski begitu ruang- ruang tertentu seperti kamar tidur dan kamar mandi tetap diberi pembatas dinding masif.

Dapat Anda bayangkan jika rumah tipe 36 yang amat sempit harus diberi sekat untuk memisahkan setiap ruang. Tembok, lemari atau partisi, digunakan sebagai pembatas setiap ruangan. Ukuran bangunan serta lahan yang sempit akan terasa semakin menyempit. Ruang gerak serta sirkulasipun kian terasa terbatas, dan akhirnya…. rumah jadi membosankan bagi Anda.

Oleh karena itu, di era 1960 sampai 1970-an, para arsitek di negara maju sudah memulai untuk memikirkan jalan keluar dalam menghadirkan pembatas pada rumah berlahan sempit. Mereka lalu menemukan model rumah split level, yang menggunakan cara permainan ketinggian untuk setiap lantai. Mereka mendesain ruang santai yang satu level berada di bawah ruang tamu. Sementara itu, ruang makan berada sedikit saja di atas ruang santai. Begitulah konsep split level yang memanfaatkan ketinggian untuk membedakan fungsi ruang.

Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya Apa Itu Rumah Split Level ? Ternyata konsep ini jadi amat populer. Hampir semua arsitek di berbagai negara maju kala itu menggunakan cara split level ini. Bukan hanya merupakan tren, tetapi split level justru selalu ditawarkan pada konsumen walau ketersediaan lahan cukup.

Desain Rumah Split Level ini menjadi solusi pintar karena susunan lantainya yang fleksibel dalam mengakomodasi kebutuhan ruang pada lahan terbatas, serta membuat lahan yang luas menjadi semakin luas. Dengan begini tidak begitu dibutuhkan batas partisi terlalu tinggi, cukup Anda menaikkan level lantai beberapa sentimeter saja.

Model Rumah Split Level memberikan variasi suasana interior yang unik. Karena, ketinggian lantainya yang berbeda-beda untuk setiap ruangan, memberikan sekuen perjalanan yang menarik, selain pembeda antar ruang yang lebih tegas melalui ketinggian.

Lain hal dengan dulu, menaikkan lantai rumah sekarang ini lebih bertujuan memperindah sebuah interior agar tidak terasa monoton. Penerapan level pun beraneka ragam, ada yang meninggikan ruang tamu saja, ruang keluarga saja, area teras dan lain-lain, ada pula dengan menkombinasikan atau bahkan sebaliknya menurunkan ketinggian ruangan tersebut.

Rumah Bergaya Split Level ini biasanya memiliki interior yang dibuat plong atau tanpa penyekat partisi. Di rancang bervariasi supaya terlihat dengan jelas bahwa pembedaan ruangan hanya ditentukan melalui peninggian atau penurunan lantai.

Sangat berbeda dengan rumah bertingkat biasanya. Melalui konsep split level ini, ruang yang didapat nanti bisa akan lebih banyak. Selain ruangan di lantai satu dan dua, di daerah mezzanine antara dua lantai tersebut dapat dimanfaatkan sebagai  ruang juga. Contohnya ruang garasi yang berada di level paling bawah atau semi basement.

Secara visual, penggunaan teknik split level ini di dalam rumah juga akan menambah nilai estetika seperti yang telah dijelaskan di atas. Rumah akan terasa lebih nyaman, sebab sirkulasi udara berjalan dengan baik dengan pola ruang yang sebagian besar terbuka serta minim penyekat dinding. Ketinggian lantai yg berbeda membuat udara dapat bergerak ke dalam atau ke atas secara lancar.

Tentu  untuk menghubungkan setiap lantai membutuhkan jalur sirkulasi yang menggunakan anak tangga di beberapa tempat, biasanya ini akan memakan lahan cukup banyak dan berakibat, kesan ruangan yang dihasilkan nantinya berkurang. Untuk itulah disarankan menggunakan pewarnaan yang terang pada interior dan ukuran furnitur yang tidak terlalu besar. Dalam menggunakan tata warna ini, kita harus memiliki wawasan mendalam agar supaya tampilannya nanti tidak terlalu kontras dalam keseluruhan tampilan ruang yg akan dihadirkan.

Tinggi lantai yang digunakan sebagai dasar ialah ruang keluarga. Untuk memisahkan ruang keluarga dengan ruang makan yg bersebelahan, ruang makan ini tinggi lantainya dinaikkan kurang-lebih 50 cm. Ketinggian tersebut jg tidak sama dgn tinggi lantai foyer pada bagian depan. Foyer dibuat berbeda ketinggiannya 20 cm dari ketinggian ruang keluarga.

Guna memisahkan foyer dan ruang tamu, ruang tamu ini pun dinaikkan setinggi dua anak tangga atau sekitar 30 cm. Bermacam variasi ketinggian lantai tersebut akan memberikan efek yang kuat dalam membatasi ruang, meskipun batas itu kasatmata. Oleh karena sebab itu, keluarga bisa memperoleh semua yang dibutuhkan terhadap ruangan, walau memiliki lahan terbatas. Mungkin Anda mau mencoba konsep rumah split level iniSumber: okezon.com, foto: arsindo.com