Home » Properti

Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah

- -

Dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak serta sehat, Kementerian Negara Perumahan Rakyat menyalurkan bantuan dana stimulan guna pembangunan perumahan swadaya untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Padatahun 2008, pemerintah telah alokasikan anggaran Rp 50 miliar membangun rumah untuk 120 kabupaten/kota di 20 provinsi.

“Bantuan ini diberikan kepada semua daerah dengan cara bergantian. Kami berusaha mencari tambahan APBN. Tapi, untuk saat ini, kami memaksimalkan apa yang sudah ada,” ucap Menteri Negara Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asy’ary waktu meresmikan pembangunan swadaya perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, Rabu (7/5).

Selain meresmikan pelaksanaan pembangunan perumahan swadaya bagi MBR, Menpera yang juga didampingi Wakil Bupati Sukoharjo Moh. Thoha berdialog bersama para penerima bantuan stimulan perumahan. Di Sukoharjo, dana stimulan disalurkan lewat Koperasi Simpan Pinjam Sapta Usaha Mulya.

Menpera juga telah menyerahkan bantuan untuk alat produksi bahan bangunan, seperti paving block, kepada Kelompok Kerja Kabupaten Sukoharjo juga mengunjungi beberapa rumah MBR di Kecamatan Mojolaban. Menurut beliau, bantuan perumahan swadaya bagi MBR di Jateng pada tahun 2008 sejumlah Rp 9,1 miliar. Dana tersebut guna membangun 1.700 rumah bagi MBR.

Menurut Moh. Thoha, Kabupaten Sukoharjo sudah menerima dana stimulan guna pembangunan perumahan swadaya bagi MBR dari tahun 2006. Pada tahun tersebut, turun dana Rp 500 juta guna membangun 100 rumah. Pinjaman dana bergulir kembali diterima Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2008. Sejumlah Rp 760 juta yang dialokasikan untuk pembangunan 157 rumah anggota MBR. Tiap anggota dapat meminjam maksimalnya Rp 5 juta dan mengembalikan pinjaman secara mencicil selama 36 bulan.

Menpera mengharapkan dana stimulan itu dapat membantu masyarakat, terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), guna membangun rumah yang layak huni serta sehat. “Kalau program ini bisa dilakukan secara menerus, perumahan masyarakat yang berpenghasilan rendah perlahan bisa diperbaiki,” ujarnya.

Selain pembangunan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Kementerian Negara Perumahan Rakyat juga telah bekerja sama dengan instansi lainnya guna membangun perumahan bagi pekerja. (seumber: www.kompas.com)