Home » Konstruksi

Keadaan dan Jenis Tanah

- -

 

Keadaan dan Jenis Tanah – Saat kita berencana akan membangun rumah, yang terlebih dahulu harus kita perhatikan sekali adalah keadaan serta jenis tanah lokasi rumah tersebut akan di bagun. Apakah tanah disekitarnya berair, seperti bekas persawahan ataupun tanah rawa yang gambut atau lembek, atau tanah urugan/timbunan baru dimana daya tahan dari jenis tanah itu masih sangat amat rendah untuk dapat memikul beban bangunan, hingga kekuatan tanah tersebut hanya kurang dari 0,25 kg/cm2.

Bagi keadaan serta jenis  tanah seperti ini, kita haruslah menggunakan cara dengan menanam “cerocok kayu” atau “peli beton” sebelum membuat pondasi gedung bertingkat. Hal ini dimaksudkan agar jenis tanah yang gambut tersebut mampu menahan berbagai beban bangunan yang ada di atasnya. Cara tersebut dilakukan guina menghindari penurunan yg tak merata pada bangunan, yg bisa mengakibatkan bangunan itu mengalami keretakan pada beberapa bagian, seperti lantai, dinding, dan bagian lainnya. Kalau hal itu terjadi, si klien atau pemilik rumah tentu akan merasa kecewa dan dirugikan, hingga nama baik seorang arsitek pun akan tercemar.

Penurunan biasanya akan terjadi dlm waktu 1 tahun sesudah rumah atau bangunan itu dibangun serta ditempati oleh sang pemilik. Penurunan tersebut bisa mencapai 10 cm hingga 15 cm. Cara terbaik dalam mengatasi kendala karena keadaan tanah ini ialah dengan menanam cerocok bambu atau kayu hutan dengan diameter 7 cm sampai 10 cm berjarak tanam 30 cm serta kedalaman 3 m. Sesudah itu, barulah pondasi rumah dapat dibuat. Cara tersebut dapat meningkatkan daya tahan tanah sampai dua kali lipat.

Dan untuk menghindari berbagai keretakan tertentu dibagian bangunan, perlu sekali pemasangan dan pembuatan balok beton bersilang disebut dengan sloop beton – Keadaan dan Jenis Tanah.