Home » Konstruksi

Dinding Batu Bata

- -

Pembuatan dinding batu bata, haruslah dipilih material batu bata benar-benar baik. Janganlah Anda memilih batu bata yang hangus atau terlalu matang, , sebab batu bata seperti ini mudah untuk rusak. Dan, jika batu bata terlalu matang, maka pada saat batu tersebut Anda rendam ke dalam air sebelum pemasangan, maka si-air tak dapat atau sulit menembus pori-pori batu bata. Akibatnya, adukan semen tak dapat melekat pada permukaan batu bata. Dan sebaliknya kalau batu batanya kurang matang ataupun setengah matang jika direndam ke dalam air akan hancur. Oleh sebab itu, pilihlah batu bata yang baik dengan tingkat kematangan sedang dan pas serta dengan merah tua.

Selain faktor-faktor yang perlu diperhatikan di atas, faktor ukuran batu bata juga amat perlu kita perhatikan. Pilih batu bata yang berukuran sedang ataupun besar agar pemakaian bahan adukan semen untuk dapat lebih hemat. Kalau kita menggunakan batu bata dengan ukuran terlalu kecil, maka penggunaan adukan spesi akan sangat boros. Makin kecil ukuran dari batu bata, maka semakin boros pula spesinya atau adukan semen yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, pilihlah batu bata yang baik dengan kematangan yang pas serta ukuran yang ideal, agar menghasilkan dinding batu bata yang kuat.

Langkah berikutnya adalah dinding diplester lalu diaci (dihaluskan memakai semen ditambah dengan air). Ini bertujuan supaya dinding tak mudah retak. Keretakan di dinding umumnya akan segera terlihat kira-kira seminggu sesudah plesteran dan acian mengering. Supaya dinding dapat terlihat rapi dan baik, usahakan tebal spesi pasangan batu bata hanya 1 cm saja atau paling tebal 1,5 cm.

Dan adukan untuk spesi trasram (lapisan dinding yang kedap air) dengan ketinggian 50 cm dari permukaanlantai, dengan perbandingan adukan satu bagian semen ditambah tiga bagian pasir. Dengan begitu, tak akan terjadi kelembaban yang diakibat adanya guyuran air hujan ataupun air mandi jika dinding batu bata ini berfungsi sebagai penyekat kamar mandi.